Cakra.or.id | Situbondo – Kualitas pembangunan jalan aspal di Desa Kesambirampak, Kecamatan Kapongan, Kabupaten Situbondo Jawa Timur, dipertanyakan. Proyek yang dilakukan di tengah musim hujan ini menimbulkan kekhawatiran, karena pekerjaan aspal diduga tidak mengikuti petunjuk teknis yang berlaku.
Muksin Alfajar, Ketua LSM Penjara Indonesia, mengungkapkan keprihatinannya terhadap proyek tersebut. Ia menuturkan bahwa sejak awal, pekerjaan tidak dilengkapi dengan gambar kegiatan sebagai dasar dalam pelaksanaan, sehingga kuat dugaan pekerjaan hanya berdasarkan pengalaman.
“Kegiatan ini dibiayai Anggaran Dana Desa (DD ) Yang mana Dana Tersebut Berasal Dari Hasil Pembayaran Pajak masyarakat. Maka, kami memiliki kewajiban untuk mengawasi,” tegas Fajar. “Kami khawatir, pembangunan/rehabilitasi jalan aspal ini hanya dikerjakan asal jadi saja, tanpa memperhatikan kualitas dan daya tahannya.”
Fajar juga menyoroti ketidakpatuhan terhadap prosedur teknis dalam pelaksanaan pekerjaan. Menurutnya, kondisi musim hujan seharusnya menjadi pertimbangan utama dalam menentukan metode dan tahapan pekerjaan.
“Pekerjaan aspal yang dilakukan saat musim hujan memiliki risiko tinggi terhadap kualitas, Jika tidak mengikuti petunjuk teknis, maka hasilnya akan buruk dan tidak tahan lama,” tandas Fajar.
LSM Penjara Indonesia mendesak pihak terkait untuk melakukan audit terhadap proyek pembangunan jalan aspal di Desa Kesambirampam. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas pekerjaan dan memastikan penggunaan dana publik sesuai dengan prosedur dan standar yang berlaku.
“Kami berharap pihak terkait segera melakukan audit dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki kualitas pembangunan jalan aspal ini,” pungkas Fajar.
Regant/TigaLimaKosong