Slot Gacor

Dituduh Maling Tanpa Bukti, Kepala Pekon Dihajar Massa Hingga Babak Belur

Redaksi
Reading Time: 2 minutes
Ilustrasi topik artikel
Ilustrasi sesuai topik pembahasan.

CAKRA.OR.ID || Tanggamus – Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Kali ini, korban adalah Kepala Pekon Way Manak, Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, Safrudin. Ia dianiaya oleh ratusan warga di Pekon Jati Agung, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, pada Selasa malam (18/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Merasa tidak terima dengan kejadian itu, pihak keluarga korban didampingi puluhan aparatur pekon dari Kecamatan Pugung melaporkan insiden tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pringsewu pada Kamis (20/2). Laporan tersebut langsung disampaikan oleh putra korban, Rangga, dan adik korban, Odin, dengan dukungan dari DPK Apdesi Kecamatan Pugung. Jum’at 21-2-2025

Ketua DPK Apdesi Pugung, Yuhendri, menyatakan bahwa pihaknya percaya kepolisian akan mengusut kasus ini secara profesional. “Kami menyerahkan sepenuhnya kepada Polres Pringsewu untuk mengusut tuntas dan menindak pelaku pengeroyokan, terutama provokator yang menyebabkan kejadian ini,” ujarnya.

Ia juga mengimbau semua pihak, khususnya keluarga korban, agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan balasan. “Kami berharap tidak ada aksi serupa dari pihak keluarga. Biarkan hukum yang bekerja,” tambahnya.

Senada dengan Yuhendri, Akmal, Kepala Pekon Binjai Wangi, mengungkapkan keprihatinannya atas insiden tersebut. “Ini menjadi pelajaran agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bertindak anarkis. Kejadian ini berawal dari kesalahpahaman, di mana saudara kami diteriaki maling tanpa bukti, lalu dihajar hingga babak belur. Bahkan, mobilnya juga dirusak hingga ringsek,” jelas Akmal.

Kasus ini kini dalam penanganan Polres Pringsewu. Pihak kepolisian diharapkan dapat segera mengungkap fakta-fakta di balik insiden tersebut dan memberikan keadilan bagi korban.

Zainal

Ringkasan praktis

Bagian ini menegaskan poin inti agar pembaca bisa menerapkan langkah yang dijelaskan sesuai kondisi terbaru di lapangan, termasuk waktu, biaya, dan akses.

Baca juga
KK26 : Ke Mana Lagi, Jika Bukan Situbondo

Catatan praktis tambahan

Untuk hasil yang lebih akurat, sesuaikan rekomendasi di artikel ini dengan kondisi terbaru di lapangan, termasuk jam operasional, akses lokasi, biaya aktual, dan kepadatan pengunjung.

Pembaca juga disarankan membandingkan dua hingga tiga opsi sebelum memutuskan agar rencana tetap efisien dan pengalaman di lapangan lebih nyaman.

Portal Indonesia
Destinasi wisata terbaik sepanjang tahun