
Pesawaran,Lampung, Cakra.or.id – Kepala Desa (Kades) Bangunsari, Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Hendrik Cahyono, diduga kuat tidak merealisasikan Dana Desa (DD) tahap 2 tahun 2024 sebesar Rp400.000.000,-. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bangunsari, Sukadi, didampingi Ketua BPD, Sugito, pada Sabtu (01/02/2024).
Menurut Sukadi, seluruh anggaran DD tahap 2 tahun 2024 tidak direalisasikan oleh Kades Hendrik Cahyono. “Semua anggaran tahap 2 DD tahun 2024 sama sekali tidak direalisasikan oleh saudara Kades Hendrik Cahyono,” tegas Sukadi.
Lebih lanjut, Sukadi dan Sugito mengungkapkan bahwa meskipun terdapat Surat Pertanggungjawaban (SPJ), BPD tidak pernah melihat atau menandatanganinya. Mereka juga menyatakan bahwa tidak pernah mengetahui isi APBDes sejak Kades Hendrik Cahyono menjabat.
Atas dugaan kuat ini, masyarakat setempat meminta Lembaga Investigasi dan Pengawasan Aset Negara Republik Indonesia (LIPAN-RI) Kabupaten Pesawaran, Lampung, untuk melakukan investigasi dan melaporkan Kades Bangunsari.
Aktivis LIPAN-RI, Sumarah, yang telah mengecek ke lapangan, menduga adanya banyak permasalahan yang terbengkalai , Ia berencana untuk segera melaporkan dugaan tindak pidana korupsi di Desa Bangunsari yang dilakukan Hendrik Cahyono ke aparat penegak hukum.
“Setelah kami melakukan pengecekan di lapangan dan bertemu dengan Ketua BHP, Wakil Ketua BHP, dan masyarakat, kami berkesimpulan untuk segera melaporkan dugaan tindak pidana korupsi ke aparat penegak hukum,” kata Sumarah.
Sementara itu, Kades Hendrik Cahyono tidak dapat dihubungi hingga berita ini diturunkan. Informasi dari warga setempat menyebutkan bahwa Hendrik Cahyono sudah tidak pernah datang ke kantor selama kurang lebih enam bulan terakhir.
“Kalau nyari pak lurah di kantor desa memang tidak ada, entah kemana , Setahu kami, jika tidak salah, sudah lebih kurang enam bulan terakhir ini dia tidak pernah datang ke kantor pekon,” jelas warga setempat.
YULIE
Ringkasan praktis
Bagian ini menegaskan poin inti agar pembaca bisa menerapkan langkah yang dijelaskan sesuai kondisi terbaru di lapangan, termasuk waktu, biaya, dan akses.
Catatan praktis tambahan
Untuk hasil yang lebih akurat, sesuaikan rekomendasi di artikel ini dengan kondisi terbaru di lapangan, termasuk jam operasional, akses lokasi, biaya aktual, dan kepadatan pengunjung.
Pembaca juga disarankan membandingkan dua hingga tiga opsi sebelum memutuskan agar rencana tetap efisien dan pengalaman di lapangan lebih nyaman.





