Slot Gacor

Tumpang Tindih Lahan Ancam Akses Warga, Perum Griya Mulya Rencanakan Penutupan Jalan

Redaksi
Oplus_16777216
Reading Time: 2 minutes

KOTA PASURUAN Cakra.or.id – Perum Griya Mulya berencana menutup akses jalan yang selama ini digunakan oleh warga untuk menuju pasar potong rambut dan Puskesmas Kebonagung. Atas rencana ini, Saiful selaku Humas pengembang, mendatangi Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Pasuruan untuk berkoordinasi.

 

Saiful, bersama partner, Aris, menemui Kepala BPKA, Amien, namun dikarenakan ada rapat, mereka ditemui Lutfi selaku Kabid. Dalam pertemuan tersebut, Saiful menjelaskan bahwa penutupan jalan bertujuan untuk mensterilkan lokasi.

 

“Kami akan menjadikan area itu sebagai tempat percontohan perumahan dan gudang penyimpanan bahan bangunan,” kata Saiful. Selasa (5/8/25)

 

Ia juga mengumpat, atas tidak adanya ketegasan ataupun kebijakan dari Pemerintah Kota Pasuruan. “Seharusnya, pihak pemerintah Kota Pasuruan dari dinas terkait saling koordinasi bagaimana penyelesaiannya tanah masyarakat ini, bukan diam ataupun saling lempar jawaban,” tegas Saiful.

Saiful saat ditemui Kabid Lutfi di dalam ruang kantor BPKA Kota Pasuruan

Menurut Lutfi, salah satu staf BPKA, berdasarkan keterangan pihak BPN, sertifikat lahan antara pasar Kebonagung, Perum Griya Mulya, dan SMA Negeri 2 Pasuruan terjadi tumpang tindih. Ia menyarankan agar masalah ini diselesaikan melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pasuruan.

 

Meskipun mengakui bahwa penutupan jalan adalah hak pemilik lahan, Lutfi menyarankan agar Perum Griya Mulya memikirkan dampak sosialnya.

 

“Alangkah baiknya jika berkoordinasi atau menyurati Pemkot dan Wali Kota. Yang terpenting, pikirkanlah nasib para tukang cukur, petugas puskesmas, dan masyarakat yang setiap hari melewati jalan itu,” tambahnya.

 

Saiful pun menanggapi saran tersebut dengan berjanji akan segera mengirimkan surat kepada dinas terkait dan Wali Kota, serta tembusan ke pihak kepolisian. Ia berharap Pemkot bisa segera turun tangan menyelesaikan masalah ini.

Baca juga
LSM Laskar 86 Banyuwangi Miliki Kantor Baru, Siap Layani Masyarakat

 

Saat dimintai komentar perihal koordinasi terkait penutupan. Kepala BPKA, Mokhamad Amien, justru mengarahkan agar masalah ini ditanyakan kepada dinas lain.

 

“Tanyakan saja langsung ke Dinas Perdagangan dan Industri (Indag), karena aset pasar itu di bawah Indag. Nanti Indag yang akan memberikan solusinya,” jawab Amien singkat.

Ringkasan praktis

Bagian ini menegaskan poin inti agar pembaca bisa menerapkan langkah yang dijelaskan sesuai kondisi terbaru di lapangan, termasuk waktu, biaya, dan akses.

Catatan praktis tambahan

Untuk hasil yang lebih akurat, sesuaikan rekomendasi di artikel ini dengan kondisi terbaru di lapangan, termasuk jam operasional, akses lokasi, biaya aktual, dan kepadatan pengunjung.

Pembaca juga disarankan membandingkan dua hingga tiga opsi sebelum memutuskan agar rencana tetap efisien dan pengalaman di lapangan lebih nyaman.

Penulis: GhanaEditor: Red
Portal Indonesia
Destinasi wisata terbaik sepanjang tahun