Waduh, Pekerja Rehabilitasi Jembatan Gondang-Sukomoro Senilai Rp 2,3 M Tak Memakai APD

Nampak pekerja rehabilitasi jembatan Gondang-Sukomoro tidak memakai APD

NGANJUK – Rehabilitasi jembatan Gondang- Sukomoro Dusun Josuman Desa Nglinggo, Kabupaten Nganjuk dengan anggaran Rp 2.373.886.000 (Dua Milyar Tiga Ratus Tujuh puluh Tiga Juta Delapanratus Delapanpuluh enam ribu rupiah), yang di kerjakan oleh CV. Anugerah Multi Kreasi, dalam melaksanakan pekerjaannya para pekerjanya tidak menggunakan APD (alat pelindung diri).

K3 merupakan salah satu persyaratan dalam melakukan suatu proyek, di mana penerapannya tertuang dalam UU Ketenagakerjaan No 13 tahun 2003 pasal 86 ayat 1 dan 2 tentang pelaksanaan K3, serta pasal 87 ayat 1 tentang wajibnya perusahaan dalam menerapkan aturan K3.

Terpantau di lapangan bahwa para pekerja dalam mengerjakan tidak menggunakan APD sama sekali.

Sementara itu dari Pihak PUPR Nganjuk Bagus Anurogo, Fungsional Jalan dan Jembatan saat di konfirmasi lewat sambungan telpon, Selasa (1/8/2023) membenarkan bahwa dalam pembangunan jembatan di wilayah tersebut memang tidak menggunakan APD sama sekali para pekerjanya.

“Para pekerja disana memang susah sudah diingatkan berkali-kali agar memakai APD, tapi tidak di pedulikan,” jelasnya.

Jika terjadi Pelanggaran terhadap UU keselamatan dan kesehatan kerja memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 15.000.000 (lima belas juta rupiah), bagi yang tidak menjalankan undang-undang tersebut. (Ning)

Iklan

error: