NGANJUK – Keberadaan galian sirtu, pasir dan batu yang berada di Desa Genjeng Loceret Nganjuk, membuat akses jalan menjadi rusak parah, selain akses jalan, perusakan pohon di area perhutani saat membuka jalan, ini sudah menimbulkan kerugian bagi negara yang sangat besar hingga mencapai Milyaran Rupiah.

Di langsir dari media online Beritapatroli yang muat pada tanggal (14/9/2023), menurut penjelasan Wakil Kepala KPH Kediri Munawar dan Singgih selaku Seksi Perencanaan saat di temui di ruang kerjanya mengatakan ” Kegiatan penambangan PT. Akhsa ijin sudah sesuai, semua merupakan kewenangan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

” Kita akan selalu melakukan monitoring serta teguran apabila pihak pengusaha merusak hutan sekitar area tambang,” jelasnya.

Dan terkait pembukaan jalan akses ke lokasi tambang yang masuk dalam area perhutani hingga menggerus pohon di area tersebut, pihak kami akan segera menindak lanjuti dan cek ke lokasi, ” imbuhnya.

Sampai saat ini pihak kami juga melakukan tagihan ke PT. Akhsa terkait ganti rugi biaya investasi yang nilai tembus milyard rupiah dan belum terbayar, indikasi kerugian Negera akan kami sampaikan saat Monev, Ujar Singgih.

Semua penjelasan dan keterangan yang di himpun awak media dari KPH berbanding terbalik dengan keterangan pihak pihak tambang.

Secara terpisah pihak pengelolah tambang M mengatakan bahwa ” Pembayaran sudah dilakukan lewat rekening setor tampung, kalau tidak di bayar kegiatan nambang tidak boleh dilakukan.

Yang lebih menarik menurut penjelasan Andre Korlin Berita Patroli dirinya di hubungi oleh No.0813xxxxx, mengaku sebagai KBO Intel Polres Nganjuk, mas kalau ada apa-apa di wilayah Nganjuk hubungi saya, agar tetap kondusif.

Ada apa ? dengan jajaran Polri kok sampai berkata demikian. ( Tim )

Iklan

error: