PURWOREJO – Kasus pengeroyokan yang dilakukan sekawanan pemotor asal Dusun Silo, Desa Tegalsari, Kecamatan Bruno dengan korbannya Fen (18), warga Cacaban, Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno yang terjadi pada Kamis (20/4/2023) lalu, ternyata hingga kini masih ‘adem ayem’.

Informasi terbaru, laporan pengaduan ke Polsek setempat sudah dilakukan pihak korbam beberapa saat usai insiden penganiayaan.  Namun ironisnya, tanda bukti pelaporan baru dibuatkan kepolisian setempat pada tanggal 24 April 2023 kemarin.

“Kami sampai bingung kok ada penganiayaan yang jelas-jelas terjadi sampai korban harus menjalani perawatan medis, namun para pelaku masih berkeliaran tidak ada upaya penegakan hukum yang tegas,” kata kerabat korban, Minggu (30/4/2023).

Meski demikian, pihak keluarga korban berencana akan melaporkan kasus tersebut ke tingkat Polres Purworejo maupun Polda Jateng. “Tidak ada damai, kami berharap keadilan ditegakkan semestinya,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden penganiayaan dan pengeroyokan terjadi di wilayah Desa Gowong, Kecamatan Bruno. Aksi penganiayaan dilakukan sekumpulan pemotor terhadap seorang remaja yang awalnya menegur.

Akibat peristiwa itu, Fen, warga Cacaban Desa Kaliwungu harus menjalani perawatan medis dan rawat inap di Puskesmas Bruno lantaran mengalami sejumlah luka, muntah-muntah dan sakit kepala. (tim)

Iklan

error: