Sekawanan Pemotor di Bruno Purworejo Aniaya Penegur Hingga Dirawat Medis

Korban penganiayaan sekelompok pemotor saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Bruno (Ist)

PURWOREJO – Aksi penganiayaan sekelompok pemuda bermotor terjadi di wilayah Watugajah, Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Purworejo pada Kamis (20/4/2023) kemarin. Korbannya seorang remaja inisial Fen (18), warga Cacaban,Desa Kaliwungu, Kecamatan Bruno.

Informasi yang dihimpun awak media, insiden bermula saat sekelompok pemotor warga Desa Tegalsari, Bruno menggeber-geber knalpot motor di wilayah Desa Gowong sekitar pukul 16.30 WIB.

Korban bersama ke empat temannya saat itu tengah berada di Watugajah Desa Gowong menegur pemotor tersebut untuk memelankan suara knalpot yang digeber-geber.

Tidak terima ditegur dan diingatkan yang baik, sekawanan pemotor justru emosi dan menantang berkelahi korban dan teman-temannya. Serta memanggil sekelompok pemuda bermotor lainnya dan langsung menghajar korban.

Tak berselang lama ibu korban melintas di lokasi penganiayaan dan langsung berhenti karena seperti mengenal jaket yang dipakai remaja yang sedang dianiaya sekawanan pemotor.

Benar saja, pemuda yang dianiaya ternyata Fen,anak kandungnya sendiri. Sang ibu pun berusaha melerai aksi brutal tersebut, namun ibu korban justru didorong para penganiaya hingga tubuhnya masuk ke dalam sawah.

Usai menghajar korban, kelompok bermotor pun meninggalkan lokasi. Sedangkan Fen menderita bengkak pada mata dan perut mual dan muntah – muntah, serta tatapan mata kabur.

Selanjutnya Fen dibawa ke Puskesmas setempat dan menjalani perawatan medis. Namun lantaran kuatir biaya perawatan medis tinggi, korban memaksakan untuk pulang kerumahnya. “Biaya di Puskesmas sekitar 350 ribuan dan itu patungan teman-teman pemuda di Kaliwungu,” kata Fen.

Harapkan Keadilan

Insiden penganiayaan tersebut sejatinya sudah dilaporkan ke Polsek setempat tidak lama paska kejadian. Namun, hingga Minggu (23/4) sore, para terduga pelaku belum satupun dipanggil aparat kepolisian.

Sejumlah kerabat korban menyayangkan peristiwa penganiayaan yang dialami Fen, tetapi juga meminta pihak kepolisian tegas dan adil dalam kasus tersebut. “Para pelaku penganiayaan tidak ditahan,alasannya masih dalam proses,” kata korban melalui pesan chat, Sabtu (22/4) kemarin.

Harapan korban sendiri meminta supaya para pelaku penganiayaan ditindak sesuai hukum yang berlaku, sehingga tidak akan muncul geng motor yang arogan seperti di kota – kota.

Terkait peristiwa penganiayaan tersebut, Kapolsek Bruno, AKP Murtadhoh ketika dihubungi melalui chat WhatsApp membalas singkat : Saya di desa Tegalsari sdh pam malam takbiran. Di sini susah sinyal. (Tim)

Iklan

error: