Polres Temanggung Ringkus 4 Pengedar Narkotika

Empat pengedar narkotika diamankan Polres Temanggung

TEMANGGUNG – Jajaran Sat Resnarkoba Polres Temanggung berhasil menangkap 4 pelaku pengedar narkoba jenis obat narkotika. Dari keempat tersangka polisi mengamankan barang bukti (BB) pil daftar G atau Yarindo sebanyak 4.800 butir dan 150 butir tramadol.

Empat tersangka tersebut adalah Bodin (27), Ata (19), Dandung (24) dan Kris (24), ditangkap di tempat yang berbeda. Mereka adalah warga Bejen dan Parakan.
Keempat pelaku tidak saling berkaitan.

Salah seorang pelaku Bodin ditangkap di wilayah Desa Jlegong, Kecamatan Bejen.

Kasat Resnarkoba Polres Temanggung AKP Luqman Effendi saat di temui di Polres pada selasa (26/9) mengatakan, peredaran narkotika jenis obat daftar G di Kabupaten Temanggung saat ini sangat memprihatinkan, karena peredarannya tidak hanya di perkotaan saja, namun merambah hingga ke pelosok desa.

“Kita sudah koordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten terkait peredaran gelap obat daftar G di Wilayah Temanggung. Peredaran di Temanggung ini sudah sangat memprihatinkan jadi sudah sampai di pelosok-pelosok kampung, kemudian sasarannya ini sampai kepada anak-anak sekolah dari tingkat SMP dan SMA,” Katanya.

Dalam melakukan aksinya para pelaku ini memesan obat haram atau pil koplo tersebut secara daring atau online dengan memanfaatkan jasa paket. Para pelaku ini nekad mengedarkan pil koplo karena tergiur keuntungan yang besar. Dalam satu botol berisi 1.000 butir pil yang dibeli pelaku sebesar Rp 1,2 juta, kemudian dijual kembali dengan harga Rp. 30 ribu per 10 butir.

Selain menangkap keempat pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti pil siap edar.

“Satres narkoba Polres Temanggung untuk satu bulan terakhir ini kita berhasil melakukan ungkap kasus dan tiga perkara di tiga tempat yang berbeda, dari penangkapan ini polisi menangkap empat tersangka yang status mereka adalah pengedar dengan barang bukti (BB) yang disita dari para tersangka ini adalah sebanyak 4.950 butir obat daftar G dengan merek Y, satu kardus pengiriman paket dan handphone milik pelaku yang digunakan untuk bertransaksi, dan sejumlah bb lainnya,” tambah Luqman.

Atas perbuatannya para pelaku dijerat tentang UU Kesehatan. “dimana setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sedian farmasi dan atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar dan atau persyaratan memenuhi keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu dan atau setiap orang yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan tetapi melakukan praktek kefarmasian terkait dengan sediaan farmasi berupa obat keras. Ancaman hukuman pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun atau pidana denda paling banyak Rp.5.000.000.000,00 (lima milyar rupiah).” tutupnya. (CJ)

Iklan

error: