Pj Walikota Yogyakarta Tutup Kegiatan Pesantren Dhuafa

Pj Walikota Yogyakarta Sumadi memberikan sambutan (Mukhlisin/cakra.or.id)

YOGYAKARTA – Pejabat Walikota Yogyakarta Sumadi Tutup Kegiatan Pesantren Dhuafa, Senin (18/4/2023). Acara penutupan yang dilakukan selepas salat taraweh ini, dipusatkan di lantai dasar Masjid Pangeran Diponegoro kompleks Balaikota dengan diikuti 47 santri.

Dari jumlah tersebut, para santri lansia yang berasal dari 5 kabupaten/kota ini, dengan beragam profesi. Profesi mereka diantaranya cleaning service, tukang becak ontel/becak motor (betor), pengumpul rongsok, tukang batu dan pekerja serabutan.

Kegiatan pesantren lansia yang digelar sejak tanggal 23 Maret 2023 atau awal Ramadan ini, merupakan program tahunan dari Baznas Kota Yogyakarta. Dan tahun ini, merupakan pesantren dhuafa angkatan ke-6.

Ketua Baznas Kota Yogyakarta, H. Syamsul Azhari, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pesantren dhuafa diikuti 50 orang pendaftar, namun tiga orang dinyatakan tidak lulus atau gugur.

Ketiga orang yang gugur tersebut, dikarenakan sakit, dan tidak disiplin dalam mengikuti proses pembelajaran selama pesantren dhuafa digelar.

Sementara itu, Pejabat Walikota Yogyakarta, Sumadi berharap para santri lulusan Baznas Kota Yogyakarta bisa menjadi pioner kebaikan di tengah masyarakat.

Pejabat Walikota yang menjabat sejak 22 Mei 2022 ini, meminta agar Baznas Kota Yogyakarta terus berinovasi dengan program-program kreatif, sehingga kehadirannya dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

Santri Dhuafa asal Ngadiwinatan, Kardiono (70) mengaku senang bisa mengikuti program Pesantren dhuafa.

Hal senada, juga disampaikan ketua kelas pesantren Dhuafa, Joni Purbo Waluyo (59), dirinya mengaku telah mengikuti pesantren dhuafa sebanyak enam kali.

Di akhir penutupan acara, setiap santri dhuafa selain mendapat bingkisan Ramadan juga mendapat uang transport sebesar satu juta rupiah. (MM)

Iklan

error: