KULON PROGO – Warga Pedukuhan Sidowayah, Kelurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta punya hajad besar Perayaan HUT Negara Republik Indonesia, 17 Agustus 2023 sekaligus Merti Pedukuhan Sidowayah dan Merti Petilasan Kaki Sabdo Palon.

Hajatan Warga Pedukuhan Sidowayah kali ini mengambil tema, “Cancut Taliwanda Migunani Tumraping Sasama.” Di bawah kepemimpinan Ibu Dukuh Ana Styana, Ketua Karang Taruna Pedukuhan Sidowayah “Tunas Harapan Sidowayah” Agus Riyanto dan Mahasiswa KKN UNY penuh semangat bergotong royong bersama-sama mempersiapkan hajatan tersebut.
Agenda kegiatan Warga Pedukuhan Sidowayah :

1. Minggu, 13 Agustus 2023, pukul 07.30 WIB – selesai.
 bersih-bersih kawasan pemakaman umum Sidowayah, bersih-bersih Makam Cikal Bakal Mbah Sindu dan bersih-bersih Petilasan Kaki Sabdo Palon yang berada di kawasan pemakaman umum Sidowayah.
 Bersih-bersih lingkungan Pedukuhan Sidowayah
2. Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 13.00 WIB – selesai. Titik kumpul star dan finish di Plataran Auditorium Bapak Bagio.

 Kirab Gunungan
 Karnaval Warga Sidowayah, seluruh unsur warga dimulai di anak-anak usia PAUD, anak-anak usia Taman Kanak-kanak, anak-anak usia Sekolah dasar sampai orang tua semua terlibat.
 Para pemuda menggelar Bregodo dengan Bendera Panji “Laskar Bromodedali” dan para pemudi membentuk Bregodo Perempuan dengan Bendera Panji “Laskar Gayatri”
3. Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 19.30 WIB – selesai. Bertempat di Rumah Ibu Dukuh Ana Styana.
 Tirakatan Malam Tujuh Belasan
 Kenduri menggunakan sarang
4. Kamis, 17 Agustus 2023, pukul 13.00 WIB – selesai. Bertempat di Plataran Auditorium Bapak Bagio.
 Pentas Kesenian Jathilan, “Tri Kudha Manunggal”
5. Kamis, 17 Agustus 2023, Pukul 20.00 WIB – selesai. Bertempat di Plataran Auditorium Bapak Bagio.
 Pembagian Hadiah Lomba 17an
 Kesenian Angguk
 Kesenian Kethoprak “Sido Budoyo”
Ki Sunawan, kuncen Petilasan Sabdo Palon yang juga fasih perihal Petung Jowo, pada hari Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 11.00 WIB memimpin Ritual Bakti Leluhur di Makam Mbah Sindu dan di Petilasan Kaki Sabdo Palon, untuk mengawali kegiatan sebelum seluruh rangkaian kegiatan Warga Pedukuhan Sidowayah dimulai.

Setelah ritual selesai Ki Sunawan menyampaikan makna-makna uborampe yang baru saja di ujubkan; “Ini adalah upacara penting, sebelum memulai seyogyanya selalu melakukan hal ini :
1. Hari minggu kemarin seluruh warga membersihkan makam, simbah-simbah dan leluhur yang dimakamkan di sini adalah para pendiri Pedukuhan Sidowayah, para pendahulu ini juga yang mewariskan tanah dan rumah yang kita tinggali sekarang sehingga warga Pedukuhan Sidowayah sebagai ahli waris memiliki tempat untuk bernaung. Makam dengan sekaran (nisan) adalah suatu bentuk lain dari monumen/tugu peringatan/prasasti untuk menandai makam orang tua, kakek nenek dan leluhur, yang telah berjasa merawat, mebesarkan, menghidupi, meberikan bekal ilmu untuk menjalani kehidupan dan mempersiapkan kita untuk mandiri. Sekaran/nisan adalah sebagai penanda agar para ahli waris bisa dengan mudah menemukan makam orang tua dan mengetahui silsilahnya secara turun-temurun.
2. Makna ketiga tumpeng dalam ritual sesaji :
 Tumpeng Kampuranto, sebagai penanda/tenger permintaan maaf dari seluruh warga Pedukuhan Sidowayah beserta seluruh unsur-unsur pendukunnya kepada orang tua, orang yang lebih tua, leluhur, tetumbuhan dan bumi yang telah menghidupi manusia, pun juga alam raya sebagai tempat tinggal seluruh entitas hidup yang di wujudkan dengan tumpeng berwarna biru. Permohonan maaf ini dimaksudkan untuk menempatkan/ menunjukkan rasa hormat dan apresiasi kepada orang tua, orang yang lebih tua, leluhur, tetumbuhan dan bumi yang telah menghidupi manusia, pun juga alam raya.
 Tumpeng Towo (Tawar)
Adalah wujud dari harapan agar segala hal sukerta, niat jahat, laku culika, gangguan kasar dan halus menjadi tawar sehingga hajatan yang akan diselenggarakan oleh warga Pedukuhan Sidowayah berjalan lancar dan sukses.
 Tumpeng Robyong dibuat dengan penuh hiasan, sebagai wujud harapan agar hajatan yang akan di selenggarakan warga Pedukuhan Sidowayah dan usur pendukung membari dampak kebahagiaan dan sukacita bagi seluruh warga dan unsur-unsur pendukung.”
Setelah prosesi ritual di kawasan Pemakaman Sidowayah, kemudian Ki Sunawan dan kelompok kecil warga berbaur dengan seluruh Warga Pedukuhan Sidowayah di Pelataran Auditorium Bapak Bagio untuk mengikuti Karnaval Budaya. Seluruh Warga Pedukuhan Sidowayah :
1. Anak-anak usia PAUD dengan seragam PAUD
2. Anak-anak usia TK, SD dan SLTP mengenakan pakaian adat Kamis Paingan.
3. Para Pemuda Karang Taruna Tunas Harapan mengenakan pakaian Bregodo mengusung Panji “Laskar Bromodedali” dan para Pemudi Karang Taruna Tunas Harapan Berbusana Bregodo Perempuan dengan Bendera Panji “Laskar Gayatri”
4. Orang Tua, berbusana Adat Jawa.
Pada hari Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 13.00 WIB, seluruh warga bersama-sama melaksanakan karnaval budaya mengarak Gunungan Sayuran dan Gunungan Jajan Pasar sebagai wujud/simbol harapan untuk kemakmuran dan kesejahteraan warga Pedukuhan Sidowayah di masa depan.. Rute kirab budaya dimulai dari Plataran Auditorium Bapak Bagio begerak ke arah utara, pos ronda berbelok ke arah timur menuju kawasan pemakaman Sidowayah dan Petilasan Kaki Sabdo Palon. Sesampai di kawasan tersebut rombongan berhenti sejenak untuk melakukan doa bersama. Kemudian iring-iringan bergerak turun ke arah selatan. Sesampai di ujung Pedukuhan Sidowayah bergerak kearah barat, memutar kearah utara menuju Plataran Auditorium Bapak Bagio. Disinilah kedua gunungan tersebut diperebutkan oleh warga, hal itu di maknai sebagai harapan warga agar di hari depan hidup mereka (warga yang mendapat sayuran/jajan pasar) akan makmur dan sejahtera. Menjelang sore, acara Kirab Budaya terlaksana dengan sangat meriah, semua warga berbahagia.
Masih pada Rabu, 16 Agustus 2023, pukul 19.30 WIB. Bertempat di Rumah Ibu Dukuh Ana Styana, warga Pedukuhan Sidowayah menggelar acara Malam TIrakatan Tujuhbelasan yang tidak kalah makna dan esensial.
1. Tirakatan Malam Tujuh Belasan
Malam Tirakatan adalah suatu tradisi Bangsa Indonesia sebagai wujud rasa syukur atas kemerdekaan yang telah diraih oleh bangsa Indonesiia. Kemerdeakaan adalah berarti Negara Republik Indonesia mejamin kebebasan warga negaranya untuk beraktivitas dan menentukan nasibnya sendiri selama tidak bertentangan atau melanggar hukum yang berlaku, aturan-aturan hukum semua termuat dalam UUD 1945.

Perlu di ingat pula bahwa kemerdekaan Negara Republik Indonesia tidak mudah. Perjuangan yang sangat panjang, l300 tahun lebih berperang dengan Pengorbanan jutaan pejuang yang cacat permanen akibat perang dan bahkan jutaan nyawa: Darah dan air mata tertumpah membanjri Tanah dan Air (sungai – laut) Indonesia.

2. Ingkungan.
Ayam ingkung yang dipersembahkan oleh warga memiliki arti pengayoman, diambil dari kata jinakung (meraih harapan/cita-cita) dan manekung (bermunajat). Ingkung adalah sebuah wujud/simbol kebulatan tekat dan doa untuk meraih sebuah kondisi hidup berkelimpahan rejeki, kemakmuran dan kesejahteraan untuk :
 pribadi masing-masing warga yang mempersembahkan Ingkung.
 Pedukuhan Sidowayah, aman, ayom, ayem dan tenteram. Warganya berkelimpahan rejeki, makmur dan sejahtera.
 Negara Republik Indonesia berjaya, aman, tentram kertaraharja, makmur dan sejahtera rakyatnya.

3. Kenduri Sarang
Kenduri warga Pedukuhan Sidowayah kali ini adalah berkumpulnya seluruh warga Pedukuhan Sidowayah untuk andrawinan kembul bujana (berpesta dan berjamu bersama/makan bersama) dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Negara Republik Indonesia yang ke 78, sekaligus Merti Pedukuhan Sidowayah.
Sarang (besek) adalah sebuah wadah/tempat yang terbuat dari anyaman bambu, hal ini dimaknai untuk menganyam (menjalin) hubungan baik, kerja sama, kekompakan dan gotong-royong seluruh warga Pedukuhan Sidowayah.
Rangkaian acara selanjutnya pada hari Kamis, 17 Agustus 2023, pukul 13.00 WIB – selesai. Bertempat di Plataran Auditorium Bapak Bagio.
1. Pentas Kesenian Jathilan, “Tri Kudha Manunggal”
Sebagai penutup acara, pada hari Kamis, 17 Agustus 2023, Pukul 20.00 WIB – selesai.
1. Pembagian Hadiah Lomba 17an
2. Kesenian Angguk
3. Kesenian Kethoprak “Sido Budoyo”
Bertempat di Plataran Auditorium Bapak Bagio.
Perayaan Tujuhbelasan dan Merti Pedukuhan Sidowayah telah terlaksana dan memberi dampak kebahagiaan dan rasa bangga menjadi warga Pedukuhan Sidowayah, bangga menjadi orang Kulon Progo, Bangga menjadi orang Jogja dan bangga menjadi orang Indonesia.
Terima kasih kepada :
1. Kundha Kabudayan, Pemerintah Daerah Kabupaten Kulon Progo
2. Dana Keistimewaan Yogyakarta
3. Ibu Dukuh Ana Styana
4. Karang Taruna Tunas Harapan Pedukuhan Sidowayah
5. Magnetic 9E Scrint Printing
6. Mahasiswa KKN UNY
7. Seluruh Panitia Pelaksana
8. Seluruh warga Pedukuhan Sidowayah
9. Dan seluruh unsur-unsur pendukung Acara 17an dan Merti Pedukuhan Sidowayah yang tidak bisa satu-persatu disebutkan namanya.
Mohon maaf kepada unsur-unsur terkait yang tidak disebutkan nama/organisasi/ lembaga/instansi yang telah berpartisipasi terselenggaranya acara 17an dan Merti Pedukuhan Sidowayah. Warga Pedukuhan Sidowayah mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya.

Reporter : Eko Marwanto

Iklan

error: