Peras Sejumlah Warga di Brebes, Tiga Orang Ngaku Wartawan Diserahkan ke Polisi

Tiga orang mengaku wartawan melakukan pemerasan ke sejumlah warga Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Brebes dikepung dan diserahkan ke polisi

BREBES – Kepergok melakukan pemerasan hingga jutaan rupiah kepada sejumlah warga, tiga orang yang mengaku wartawan diamankan puluhan warga Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, Kamis (21/09/23) malam.

Ketiga oknum wartawan pemeras tersebut, yakni HM dari Berita Patrolj, T dari Media Mitra Mabes dan K dari Lintas Indonesia.

Awalnya ketiga oknum wartawan itu mempermasalahkan beberapa warga yang menggunakan air untuk menyiram tanaman saat musim kemarau.

Kepala Desa Pandansari, Irwan Susanto mengungkapkan, tiga oknum wartawan itu dikepung karena diketahui melakukan pemerasan kepada warga. Selanjutnya ketiganya diarak keliling kampung untuk dibawa ke kantor desa.

Bermula saat oknum wartawan mendatangi rumah warga Desa Pandansari berinisial W. Mereka mempermasalahkan warga desa ini karena menggunakan air untuk menyiram tanaman. 

Oknum Wartawan itu juga mengintimidasi warga dengan menunjukkan pasal-pasal terkait soal penggunaan air saat kemarau.

“Warga dipermasalahkan karena menggunakan air untuk menyiram tanaman. Untuk menakut-nakuti warga, ditunjukkan pasal-pasalnya. Karena takut, warga sepakat memberikan Rp 4 juta kepada orang yang mengaku oknum wartawan tersebut,” kata Irwan, Jumat (22/9/2023).

Setelah aksi pertama berhasil, oknum wartawan tersebut kembali melancarkan aksinya pada Senin (18/9/2023). Mereka mendatangi warga rumah warga berinisial S. Dengan membawa masalah yang sama, warga dimintai uang Rp 15 juta. Dengan alasan tidak punya cukup uang, korban S hanya mampu membayar Rp 10 juta dan langsung memberikan panjer Rp 2 juta. Sisanya yang Rp 8 juta akan dibayar hari Kamis (21/09/23) malam.

Alih-alih dapat uang, mereka justru dikepung oleh warga dan diarak. Warga mengaku geram terhadap tindakan mereka.

“Minta Rp 15 juta kemudian deal Rp 10 juta, namun baru DP Rp 2 juta. Sisanya dijanjikan hari Kamis tanggal 21 September 2023. Kemudian datanglah hari Kamis untuk menagih uang sisanya Rp 8 juta. Warga geram akhirnya dikepung lalu diarak ratusan warga ke balai desa dan diserahkan ke Polsek Paguyangan jam 00.30,” kata Irwan.
Terpisah, Kapolsek Paguyangan, AKP Sunarto membenarkan kasus dugaan pemerasan itu sedang ditangani polisi.

“Kejadian semalam itu warga mengamankan tiga wartawan karena diduga melakukan pemerasan. Sekarang lagi ditangani kepolisian lebih lanjut,” pungkasnya. (sat)

Iklan

error: