NGANJUK – Pembukaan Manasik Haji Kid yang di ikuti oleh ratusan anak dari beberapa gugus taman kanak-kanak yang ada di wilayah Nganjuk, secara sengaja oknum yang mengaku panitia mengusir Wartawan Jendela Desa.Com saat meliput acara tersebut.

Kegiatan ini masuk dalam agenda Bapak Bupati Nganjuk, kalau pun kegiatan tersebut yang berlangsung pada hari Sabtu (3/6/2023) bersifat tertutup tidak boleh di publikasikan harus nya di beritahukan sejak awal.

Dalam melakukan tugasnya wartawan di lindungi UU Pres No 40, jadi jika ada oknum atau pun pejabat menghalangi kinerja wartawan untuk mendapat data sebagai informasi publik akan dikenai Sanksi Pidana sesuai yang tercantum dalam pasal 18 UU Pres.

Kronologi yang terjadi Wartawan Jendela Desa.com, pada waktu itu sedang mengambil engel gambar di belakang para peserta dan panitia, tiba-tiba oknum panitia yang mengaku dirinya merupakan Panitia dari Jawa Timur menegur sambil mengucap ” Pak silakan pergi dari sini nanti menimbulkan kecemburuan karena yang lain tidak di perbolehkan masuk,” ujarnya.

Berdasarkan informasi yang di himpun Wartawan Jendela Desa telah menjelaskan kalau dirinya adalah wartawan dengan bukti Pres Card, namun hal tersebut tetap sia-sia oknum panitia ini tetap tidak mengijinkan meliput kegiatan untuk meliput.

“Bahkan oknum ini sempat meragukan sambil berkata kalau memang wartawan pres card nya di pakai dikalungkan agar tidak menimbulkan cemburu, ” jelasnya.

” Sekali lagi pokoknya bapak tidak boleh di sini dengan nada keras,” pungkasnya.

Sementara Pengamat Hukum Prayogo Laksono Menyampaikan Bahwa Menghalangi wartawan atau jurnalis pada saat menjalankan tugasnya dapat dipidana ????

Tentunya apabila perbuatan seseorang yang dengan sengaja menghalangi wartawan menjalankan tugasnya dalam mencari, memperoleh dan menyebarluaskan informasi dapat dikenakan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Demikian pula ditegaskan dalam

Pasal 18 ayat (1)

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp.500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).”

Dengan demikian, seseorang yang Diduga dengan sengaja menghambat dan menghalangi tugas wartawan otomatis melanggar ketentuan pasal tersebut dapat diancam pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. (Ning)

Iklan

error: