Para Pekerja Pembangunan/Revitalisasi Pasar Pituruh Tak Memakai APD, Ini Kata Kontraktor

Lokasi pembangunan/revitalisasi Pasar Pituruh, Kabupaten Purworejo, pagar pengamannya menggunakan terpal (tris/cakra.or.id)

PURWOREJO – Pembangunan/Revitalisasi Pasar Pituruh, Kabupaten Purworejo sisi barat sudah mulai dikerjakan sejak Mei 2023 lalu, dengan jangka waktu 180 hari kalender.

Dengan nilai anggaran sebesar Rp. 9.685.779.000, revitalisasi pasar kebanggaan masyarakat di bagian barat Kabupaten Purworejo tersebut, nantinya diharapkan lebih tertata dan dapat mengurai kemacetan yang kerap terjadi

Pantauan di lokasi, Selasa (27/6), aktifitas pengerjaan dilakukan sejak pagi hingga malam hari. Namun, dari sekian banyak pekerja/tukang proyek di lokasi, hampir semuanya tidak menakai APD (alat pelindung diri), seperti helm pelindung kepala, sepatu bot, dan perlengkapan safety lainnya.

Padahal, terkait APD sangatlah penting bagi para pekerja proyek dan Peraturan Terkait APD sendiri telah dicantumkan pada Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor Per.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri. Untuk peraturan APD secara spesifik pada bidang konstruksi dicantumkan pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2014 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum.

Kontraktor pelaksana Pembangunan /Revitalisasi Pasar Pituruh, Fatah Kusumo Handogo saat dikonfirmasi terkait banyaknya pekerja yang tidak memakai APD, awalnya membalas chat wartawan untuk berkordinasi dengan sejumlah nama yang ia sebutkan, entah untuk alasan apa.


Namun pada akhirnya pria yang juga menjabat sebagai Kades Kebongunung, Kecamatan Loano mengatakan alasan para pekerja tidak memakai APD.

“APD ada semua, cm paham sendiri, klo nuwun sewu tukang atau pekerja make seharian katanya sumuk dan malah risih, ” tulisnya.

“Paham sendiri, tukang2 nwn sewu SDMnya, suruh make plng betah 3 jam dilepas, sumuk, ” tambahnya.

Sedangkan ketika ditanya pagar penutup bangunan yang menggunakan terpal dan bukan seng, Attah mengatakan jika untuk pagar penutup lokasi proyek pembangunan sejatinya tidak ada di RAB.

“lha mlh kebetulan itu aslinya ndak ada anggaran pagarnya,mlh itu inisiatip kami atau setiap kontraktor mlh,krn di rab tdk muncul ketentuan pagar proy,hanya bunyi pekerjaan persiapan dan nominalnya jg sedikit. hny inisiatip kita dan tentunya teman kontraktor lainnya jg,dipagari biar steeril area kerjam kiranya bgtu,” kilahnya. (trs)

Iklan

error: