PURWOREJO – Tar, salah seorang Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo diduga meminta uang jasa raharja milik ahli waris di desanya. Tak tanggung-tanggung, oknum Kades ini memotong 50 persen dari uang Jasa Raharja tersebut, yakni sebesar Rp 25 juta.

Hal itu dibenarkan oleh ahli waris penerima santunan jasa Raharja, pasutri Mun dan Mad, warga Cuwit RT 01 RW 07 Desa Brondong, Kecamatan Bruno, Purworejo.

Ditemui awal Juli 2023 dirumahnya, ahli waris menuturkan, kejadiannya sebenarnya terjadi pada 9 April 2018 silam. Dimana saat itu anak ahli waris bernama Dimas Adi Adnan (Alm) meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

“Tidak lama setelah pemakaman almarhum anak saya, Pak Kades menghubungi kami untuk segera mengambil uang santunan jasa raharja sebesar Rp 50 juta dan kami ambil di BRI unit Bruno waktu itu, ” ungkap ahli waris

Selanjutnya setelah uang sebesar Rp 50 juta diambil, Kades Brondong meminta agar ahli waris menyerahkan Rp 25 juta dengan alasan uang tersebut dialokasikan untuk biaya pengurusan proses jasa Raharja dan lainnya. Hingga akhirnya uang senilai yang diminta Kades pun diserahkan dan diterima di rumah Kades setempat

Masih kata ahli waris, saat dirinya bertemu dengan petugas dari Jasa Raharja mengatakan bahwa uang santunan tidak boleh dipotong seperak pun dan untuk alasan apapun. Namun, pada prakteknya justru diduga disunat sebanyak 50 persen justru oleh Kades mereka sendiri

Mencuatnya perilaku tak terpuji orang nomor satu di Desa Brondong mengemuka baru-baru ini. Dimana beredar pesan berantai berisi suara rekaman ahli waris yang blak-blakan dimintai uang santunan jasa Raharja sebanyak Rp 25 juta tersebut

Sementara itu Kades Brondong, Tar saat dikonfirmasi, Selasa (11/7/2023) menyanyangkan bocornya terkait persoalan uang santunan yang dipotong 50 persen itu. “Demi Alloh saya tidak memakai uang tersebut. Ya, memang uangnya diserahkan kepada saya, tapi saya bagi-bagi untuk Unit Laka Lantas Rp 15 juta, untuk nebus motor dan mobil Rp 8 juta, dan sisanya Rp 5 juta untuk nyumbang masjid,” kilah Tar. (Tim)

Iklan

error: