PASURUAN – portal-indonesia.com Seorang murid SMK Negeri I Grati jl raya ngopak no 1 dusun kerawan kedawung wetan kecamatan grati pasuruan jawa timur dikeluarkan oleh Linda (wali kelas murid) dan guru BK (bimbingan konseling)

Wali murid menceritakan kepada anggota BPKP (barisan pemerhati kinerja publik) dan awak media kalau anaknya pernah dipanggil karena 3 hal: sering alpa, main Hp diwaktu pelajaran dan ketahuan merokok dikamar mandi bersama kawan-kawanya

Menurut keterangan walimurid selasa 23/05/2023 sore Linda dan seorang guru BK datang kerumah murid (MM) dengan menyodorkan buku besar sudah berisikan tulisan tangan, mereka memaksa walimurid dan murid didiknya untuk menanda tangani peryataan keluar dari SMKN 1 Grati

“mohon maaf, MM sekarang dikeluarkan dari sekolah. kesalahanya merokok,main Hp dan alpa. Pindah saja, pokok ini keputusan, MM sekarang tidak boleh masuk sekolah SMKN 1 Grati” ujar ibu murid menirukan ucapan guru

Murid hanya bisa diam tidak menjawab ataupun menandatangani pernyataan tersebut. Hingga guru menyuruh tanda tangan dengan nada tinggi. Hingga akhirnya ibu murid dengan terpaksa menandatangani buku tersebut

“M ayo tandatangan M !, gurunya bilang begitu, tapi anak saya diam saja, kami dipaksa sama guru untuk tanda tangan, akhirnya saya tanda tangani,saya sampai nangis dua hari mas” ucap walimurid kepada BPKP dan awak media

BPKP sangat menyayangkan kejadian ini, perbuatan kedua guru ini sudah keluar dari koridor topoksi sebagai seorang guru, yang tugas utamanya untuk mendidik, membimbing, mengajar, mengarahkan, menilai, melatih dan mengevaluasi para peserta didik untuk jalur pendidikan formal pada pendidikan

Kalaupun melakukan home visit bukan begitu caranya, ini sudah menyalahi aturan serta mencoreng dunia pendidikan di indonesia, belum lagi beban mental psichoologis murid akibat perbuatan seorang guru pendidik

BPKP dan awak media langsung mendatangi SMKN 1 Grati untuk klarifikasi kepada kepala sekolah / wali kelas, namun sayangnya mereka tidak ada di tempat dikarenakan ada giat diluar menurut keterangan guru yang menemui kamis 25/05/2023 pagi

Kamipun diminta kembali ke sekolah hari senin 29/05/2023 namun sayangnya Nining selaku kepala sekolah juga selaku ketua MKKS se kota-kabupaten pasuruan ini berpesan pada humas untuk menemui kami mengatakan tidak bisa menemui dikarenakan ada general cek up

Kembali melaui WA pihak sekolah membuat janji sendiri selasa 30/05/2023 jam 10:00 wib. Di balik janji tersebut pada malam harinya Nining selaku kepala sekolah (KS) menghubungi salah satu oknum anggota LSM untuk mengondisikan agar tidak datang lagi, namun tetap saja BPKP dan awak media hadir ke sekolah tersebut

Dan amat disayangkan lagi-lagi Nining tidak menepati janjinya dengan berpesan kepada humas bahwa urusan terkait murid sudah clear dan tidak dapat menemui karena ada general cek up yang masih belum kelar urusanya

Upik Hidayat selaku ketum cabang BPKP Pasuruan sangat prihatin dengan sikap kepala sekolah Dra. Nining Faridah,M.Si. yang sekaligus menjabat sebagai ketua MKKS se-kota dan kabupaten pasuruan.(saichu)

Iklan

error: