Mengenaskan, Rumah Warga Karawaci Tangerang Beratapkan Akar Pohon Mirip Rumah Hantu

Penghuni rumah di Jalan Sasmita Kelurahan Gerendeng, Karawaci di depan rumahnya yang lebih mirip rumah hantu (Heru/cakra.or.id)

KOTA TANGERANG – Sebuah rumah warga keturunan etnis Tionghoa yang berlokasi di Jln. Sasmita No. 4, RT 01/10, Kelurahan Gerendeng, Karawaci, Kota Tangerang kondisinya sangat mengenaskan. Genteng dan atapnya jebol oleh akar tanaman rambat. Nyaris tidak ruangan, yang ada gentengnya.

Adalah Tjun Goan (49) alias Awang pemilik rumah saat di temui awak media mengaku kondisi rumahnya terjadi sejak sekitar 9 tahun yang lalu.

“Sudah sejak sekitar 9 tahun yang lalu mulai rusak. Saya ga punya biaya untuk renovasi karena ga punya penghasilan tetap. Selama ini tidak mempunyai pekerjaan. Kalo punya uang ya dipakai untuk makan. Itu juga sering ga ada,” terang Tjun Goan.

Ia mengaku selama ini tidak pernah mendapat bantuan sosial dari pemerintah. Baik PKH, BPNT ataupun yang lainnya.

Tjun Goan yang tinggal bersama anak kandungnya, Kenan (14) mengatakan jika hujan turun, maka seisi rumahnya seperti horor. Tak ada satupun ruangan yang gentengnya utuh. Sementara untuk mengontrak ia tidak punya biaya.

Tjun Goan juga mengaku bahwa status kepemilikan tanah dan rumah yang ia tempati masih gabung dengan sertifikat saudaranya.

“Sertifikat masih gabung atas nama saudara almarhum mama, lain bapak. Namanya Yona Ping. Belum dipecah karena saya ada permasalahan (tidak akur) dengan Yona Ping ini,” lanjut Tjun Goan.

Tjun Goan berharap ada pihak yang peduli dan mau membantu memperbaiki rumahnya dan pemecahan sertifikat tanah dengan saudaranya.

Sementara itu Kenan atau Kenken, putra semata wayang Tjun Goan yang saat ini duduk di bangku kelas IX di SMP STRADA TARAKANITA Pasar Baru merasa resah dengan biaya sekolahnya.

“Sebentar lagi ujian kelulusan, sementara belum ada uang. Apalagi untuk melanjutkan sekolah nantinya,” keluh Kenan.

Menurut keterangan Ketua RT 01 Narti, Tjun Goan tidak mendapatkan bansos karena permasalahan administrasi.

“KK nya masih yang lama Pak. Udah saya suruh untuk diperbarui. Di online kan. Tapi dianya (Tjun Goan) susah ditemui. Komunikasinya susah. Pernah dapat sih waktu pandemi Covid-19 kemarin. Terus kalo ada bantuan dari pabrik atau yang lain pasti saya kasih,” terang Narti.

Ketua RT 01 itu juga mengetahui adanya perselisihan antara Yona Ping dan Tjun Goan. Tapi ia tidak bisa berbuat banyak karena kedua belah pihak sama-sama berkeras.

“Suami saya masih saudara ama mereka. Tapi saya suka puyeng kalo denger aduan mereka masing-masing. Ga ada yang mau mengalah,” lanjutnya.

Namun Narti membantah kalau selama ini tidak ada perhatian dari aparat wilayah, termasuk kelurahan.

“Udah pernah Pak. Dari Ketua RW maupun pihak Kelurahan Gerendeng yang bantu nengahin. Tapi ya itu, masing-masing berkeras. Makanya ga pernah bisa diajuin ke bedah rumah,” ujarnya.

Hal senada diutarakan oleh Ketua RW 10, Nurdiansyah. Nurdiansyah menjelaskan bahwa ia pernah menganjurkan untuk membersihkan tanaman yang menjalar di semua genteng rumah Tjun Goan. Tapi dilarang oleh Yona Ping.

“Bahkan Ketua RW sebelum saya juga pernah menengahi. Tapi tidak membuahkan hasil,” beber Nurdiansyah.

Sebagai Ketua RW 10, Nurdiansyah mengaku senang seandainya ada pihak yang membantu permasalahan warganya tersebut. (Hr)

Iklan

error: