Kebakaran Jenggot, Kades Brondong Undang Media Online yang Tidak Ikut Memberitakan Awal

Buku rekening milik Mun, warga Cuwit RT 01 RW 07, Desa Brondong, Kecamatan Bruno Purworejo

PURWOREJO – Usai munculnya pemberitaan terkait dugaan permintaan uang jasa Raharja milik warganya sebesar 50 persen atau Rp 25 juta, Tar,Kepala Desa Brondong, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo buru-buru melakukan upaya cari aman.

Antara lain dengan mengundang sejumlah wartawan dari Media online untuk mempublisakikan kunjungannya ke keluarga ahli waris Mun dan Mad, warga Dusun Cuwit RT 01 RW 07, Desa Brondong, Kecamatan Bruno, sehari pasca munculnya pemberitaan dugaan dirinya menyunat uang jasa Raharja.

Tak pelak, langkah yang ditempuh Tar tersebut justru menjadi bahan tertawaan. Pasalnya, dia tidak melakukan upaya Hak Jawab maupun Hak Koreksi terhadap media yang memberitakan, namun malah membangun narasi penyelamatan melalui ‘jalur pemesanan’

Diberitakan sebelumnya, dugaan permintaan uang santunan Jasa Raharja kepada sendiri terjadi pada 9 April 2018 silam. Dimana saat itu anak ahli waris bernama Dimas Adi Adnan (Alm) meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas.

“Tidak lama setelah pemakaman almarhum anak saya, Pak Kades menghubungi kami untuk segera mengambil uang santunan jasa raharja sebesar Rp 50 juta dan kami ambil di BRI unit Bruno waktu itu, ” ungkap ahli waris

Selanjutnya setelah uang sebesar Rp 50 juta diambil, Kades Brondong meminta agar ahli waris menyerahkan Rp 25 juta dengan alasan uang tersebut dialokasikan untuk biaya pengurusan proses jasa Raharja dan lainnya. Hingga akhirnya uang senilai yang diminta Kades pun diserahkan dan diterima di rumah Kades setempat

Masih kata ahli waris, saat dirinya bertemu dengan petugas dari Jasa Raharja mengatakan bahwa uang santunan tidak boleh dipotong seperak pun dan untuk alasan apapun. Namun, pada prakteknya justru diduga disunat sebanyak 50 persen justru oleh Kades mereka sendiri

Mencuatnya perilaku tak terpuji orang nomor satu di Desa Brondong mengemuka baru-baru ini. Dimana beredar pesan berantai berisi suara rekaman ahli waris yang blak-blakan dimintai uang santunan jasa Raharja sebanyak Rp 25 juta tersebut

Sementara itu Kades Brondong, Tar saat dikonfirmasi, Selasa (11/7/2023) menyanyangkan mencuatnya persoalan uang santunan yang dipotong 50 persen itu.

“Demi Alloh saya tidak memakai uang tersebut. Ya, memang uangnya diserahkan kepada saya, tapi saya bagi-bagi untuk Unit Laka Lantas Rp 15 juta, untuk nebus motor dan mobil Rp 8 juta, dan sisanya Rp 5 juta untuk nyumbang masjid,” ujarnya. (Alx)

Iklan

error: