Kabupaten Sleman Puncaki Angka Pernikahan Anak di Yogya

Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Wildan Solichin saat memberikan arahan kepada peserta pendampingan fasilitator Program Ayo Dukung Sleman Keren (M.Mustofa/cakra.or.id)

SLEMAN — Kabupaten Sleman Puncaki Angka Pernikahan Anak di Jogja. Hal tersebut, mengemuka dalam diskusi yang diikuti 44 peserta dari 11 Kalurahan dan 11 dosen dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes Akbidyo), Kamis (27/7/2023) siang tadi.

Kegiatan yang di pusatkan di Ruang Aula Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinas P3AP2KB) merupakan kerjasama dengan STIKes Akbidyo dan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) serta Matching Fund Kedaireka dari Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) dalam melakukan Program Ayo Dukung Sleman Keren.

Acara yang dibuka secara langsung oleh Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Wildan Solichin, SIP., MT ini, dibagi menjadi tiga sesi. Sesi pertama, diisi oleh Dr. dr. Mubasyr Hasanbasri, MA dengan mengangkat tema Advokasi Mendukung Program Ayo Dukung Sleman Keren melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) Kalurahan.

Untuk sesi kedua, menghadirkan pembicara dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKK-MK) UGM Prof. Dra. Yayi Suryo Prabandari, M.Si., Ph.D. dengan topik Pentingnya Promosi Kesehatan di Masyarakat dalam Program Ayo Dukung Sleman Keren melalui PUSPAGA.

Pada sesi ketiga yang juga khusus untuk para dosen, Pendampingan Materi Modul untuk Fasilitator Parenting Dosen menjadi diskusi penutup dengan pembicara Dr. Fitriani Mediastuti, S.Si., M.Kes yang juga inisiator atau pengusul acara tersebut.

Dr dr Mubasyr Hasanbasri memimpin diskusi

“Berdasar data BPS DIY tahun 2022, angka dispensasi nikah di Kabupaten Sleman sebanyak 238 anak, Gunungkidul 150 anak, Bantul 112 anak, sedangkan di Kulon Progo dan Kota Yogyakarta masing-masing 49 dan 48 anak”, beber Fitriani Mediastuti kepada Wartawan disela acara.

Sementara itu, Kepala Dinas P3AP2KB Sleman Wildan Solichin, SIP., MT menyatakan bahwa 11 Kalurahan yang diundang dalam acara tersebut, merupakan Kalurahan percontohan guna mendukung ‘Program Ayo Dukung Sleman Keren’ yang digulirkan lembaga yang dipimpinnya.

Ia berharap, ke-11 Kalurahan yang ditunjuk menjadi penggerak sehingga masyarakat yang di dampinginya mendapatkan informasi yang benar terkait bahaya perkawinan anak.

Sebagai informasi, dari 11 Kalurahan masing-masing mengirimkan tiga peserta yang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan Karang Taruna. (MM)

Iklan

error: