Jamas Kulon Progo Gelar Aksi Damai, Kecam Rocky Gerung

Aksi Damai Jaringan Masyaarakat (Jamas) Kulon Progo di pusat Kota Wates, Selasa (8/8/2023)

KULON PROGO– Jaringan Masyarakat Kulon Progo (Jamas) menggelar aksi damai kecam Rocky Gerung, Selasa (8/8/2023).
DEMI KEDAULATAN HUKUM DAN MARTABAT BANGSA INDONESIA,
ROCKY GERUNG HARUS DI TINDAK TEGAS

Toni Hari Prasetya sebagai koordinator aksi dan sebagai warga negara yang peduli terhadap tegaknya hukum dan kehormatan bangsa, menyampaikan kepada awak media, “Jaringan Masyarakat (Jamas) Kulon Progo” dengan tegas mengajukan surat terbuka mendesak dan menuntut tindakan tegas terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Rocky Gerung terkait kasus penghinaan Presiden. Ini bukan hanya kasus penghinaan kepada presiden, tetapi juga penghinaan terhadap pemimpin bangsa dan negara yang kami cintai. Urusan penghinaan tersebut sudah merupakan urusan dengan kami !!!”
Sebagaimana diatur dalam Pasal 218 ayat (1) KUHP, setiap orang yang di muka umum menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak kategori IV. Pernyataan yang dilontarkan oleh Rocky Gerung yang viral beberapa waktu lalu, yakni kata-kata yang memuat kata ‘bajingan tolol’, merupakan suatu bentuk penghinaan terhadap Presiden Joko Widodo, yang merupakan kepala negara dan kepala pemerintahan Indonesia.

“Aksi Damai Jaringan Masyaarakat Kulon Progo, Selasa, 08 Agustus 2023 di pusat kota Wates. Perempatan Patung Nyi Ageng Serang. Jl. Gadingan, Gadingan, Wates, Kec. Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55651

Rundown Acara:
Pukul 15.30 WIB – Menyanyikan Indonesia Raya
Pukul 15.37 WIB – Orasi terbuka oleh Para Tokoh
Pukul 16.25 WIB – Teaterikal Pembakaran Patung Rocky Gerung
Pukul 17.20 WIB – Penyerahan Surat Terbuka ke Kapolri
Pukul 17.25 WIB – Doa Bersama

Ketika pilar hukum negara kokoh dan aparat penegak hukum sebagai prajurit keadilan bertindak tegas, maka secara otomatis, hal ini menyampaikan kepada khalayak nasional dan internasional bahwa rakyat Indonesia tidak memberi ruang bagi siapapun untuk melakukan penghinaan, pelecehan dan penistaan terhadap pemimpin Negara Republik Indonsia.

“Marilah kita bersatu dalam semangat keadilan. Marilah kita bersama-sama memperjuangkan martabat bangsa ini. Marilah kita, dengan tekad yang kuat, melawan setiap bentuk penghinaan, pelecehan dan penistaan terhadap bangsa dan pemimpin negara,” kata Toni Hari Prasetya.

Orasi terbuka :
Meneriakkan pekik juang nasionaisme, semangat bela bangsa dan mendesak Bapak Kapolri agar menangkap dan mengadili Rocky Gerung

Sebagai warga negara yang peduli dan mencintai negaranya, tentu akan marah ketika melihat kehormatan dan kedaulatan bangsa diinjak-injak oleh yang namanya Rocky Gerung. Untuk itulah para peserta aksi Jaringan Masyarakat Kulon Progo tersebut hadir sebagai pembela dan penegak martabat negara. Hari ini, di tempat ini, bersama-sama melawan penghinaan, melawan serangan terhadap pemimpin bangsa yang kita pilih secara demokratis.

“Kita tidak hanya menghadapi kasus penghinaan kepada presiden. Kita berhadapan dengan serangan terhadap pemimpin bangsa yang kita hormati, yang telah kita pilih melalui proses demokratis. Pemimpin kita bukanlah sekadar individu, melainkan simbol identitas dan harga diri bangsa ini. Penghinaan terhadap pemimpin adalah penghinaan terhadap kita semua! Oleh karena itu harus kita lawan! Merdeka! Merdeka,” pekik Aditya Hera Nurmoko, sang orator.

Penghinaan yang diucapkan oleh Rocky Gerung bukanlah sekadar rangkaian kata. Ini adalah serangan terhadap martabat, kehormatan, dan harga diri bangsa Indonesia. Ini adalah tindakan merusak yang mencoba merobek persatuan dan kesatuan warga negara Indonesia,.dan itu tidak boleh terjadi.

Hal ini tidak bisa dibiarkan, harus dilawan. Maka masing-masing peserta aksi mengangkat suara menggelegar laksana guntur, yang menggema di seluruh negeri. Tegas dan berani menyuarakan keadilan. Menolak setiap Upaya para perusak dan penghancur bangsa.

Aksi yang digelar oleh Jaringan Masyarakat Kulon Progo, adalah aksi kreatif, aksi simbolis yang mewakili sikap penolakan terhadap penghinaan prmimpin negara. Teaterikal pembakaran patung Rocky Gerung, bukanlah tindakan kekerasan, tetapi simbol bahwa Jaringan Masyarakat Kulon Progo tidak akan membiarkan penghinaan merajalela. Aksi ini adalah bentuk menyuarakan keadilan, menghormati institusi negara, dan menegakkan nilai-nilai demokrasi beradab.

Aksi ini adalah momentum bagi semua warga negara khususnya Masyarakat Kulon Progo untuk mendukung upaya penegakan hukum yang transparan, adil, dan objektif terhadap kasus penghinaan ini. Jaringan Masyarakat Kulon Progo berharap agar Bapak Kapolri Republik Indonesia dapat merespons aksi ini dengan mengambil tindakan yang sesuai dengan tugas dan kewenangannya, guna melindungi kehormatan dan martabat Presiden Joko Widodo serta menjaga tegaknya keadilan dan kedaulatan hukum di negeri tercinta, Indonesia.

Koordinator Aksi :
Toni Hari Prasetya
Jaringan Masyarakat (Jamas) Kulon Progo

Reporter : Eko Marwanto

Iklan

error: