Ini Identitas Mayat di Bawah Jembatan Bapangsari Purworejo

Petugas mengevakuasi jasad yang ditemukan meninggal di bawah jembatan ijo (Dok Inafis Polres Purworejo)

PURWOREJO – Sesosok mayat laki-laki menggemparkan warga Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Mayat pria itu ditemukan oleh warga yang baru pulang dari sawah sekitar pukul 16.00 WIB, Rabu (03/2023) tertelungkup di Sungai Lundu yang mengalir sejajar jalan nasional.

Penemuan mayat tersebut membuat macet jalan nasional Purworejo-Jogja karena banyaknya warga yang melihat. Dari kasat mata, mayat itu memakai sarung kotak-kotak biru dan baju batik biru.

“Tadi yang menemukan warga kami yang baru pulang dari menyiram padi di sawah. Karena panik, dia lalu memanggil warga lain. Kemudian saya dan perangkat lain datang ke lokasi. Kami juga tidak tahu almarhum warga mana karena sampai sekarang belum ada laporan jika orang tersebut warga Desa Bapangsari,” jelas Kades Bapangsari, Taryono usai menyaksikan proses evakuasi oleh Anggota Polsek Bagelen dan Tim Inafis Polres Purworejo.

Taryono memperkirakan, sebelum ditemukan meninggal dunia di sungai, korban terpeleset dari pinggir sisi atas sungai dan terbentur beton pembatas atau batu di sungai. Terlihat jelas, ada bekas tanah tergesek di atas sungai.

“Saat ditemukan, almarhum memakai satu sendal jepit, sebelah kiri. Sedangkan sendal sebelah kanan ditemukan di atas (tempat korban diduga terpelset),” jelas Taryono.

Kapolsek Bagelen, AKP Ida Widya Astuti membenarkan adanya penemuan mayat di bawah buh ijo (jembatan hijau) Sungai Lundu ikut Dusun Srapah RT 003 RW 004 Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen  Kabupaten Purworejo tersebut

Korban diketahui bernama Slamet Waluyo, alamat Kauman RT 003 RW 004 Kelurahan Selomerto, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo.

Menurut Murtadho yang merupakan keluarga dari korban menerangkan bahwa korban mengalami gangguan jiwa. Korban pergi dari rumah pada hari Selasa malam tanggal 02 Mei 2023, saat itu korban meminta uang dengan alasan untuk pergi ke Masjid Istiqlal Jakarta, korban sebelumnya juga pernah pergi ke daerah Jawa Timur dan dijemput pihak keluarga.

Dari pemeriksaan medis bahwa dari tubuh korban tidak di ketemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

Selanjutnya korban diserahkan kepada pihak keluarga korban dengan disaksikan oleh tokoh masyarakat untuk di makamkan, keluarga menerima kejadian tersebut murni musibah.

Pewarta : Purwanto  / Editor  : Tris

 

Iklan

error: