Imbas Minta THR ke PO Budiman, Kepala BNN Tasikmalaya dinonaktifkan

Surat permintaan THR dari Kepala BNN Tasikmalaya ke PO Budiman (Ist)

BANDUNG – Kepala BNN Provinsi Jawa Barat akhirnya memberikan sanksi tegas untuk Kepala BNN Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan Hasyim. Status Iwan kini dinonaktifkan atau dibebastugaskan dari jabatannya karena sedang menghadapi pemeriksaan internal.

“Menindaklanjuti pemberitaan yang beredar terkait Kepala BNN Kota Tasikmalaya Minta THR ke PO BUS Budiman, PNS yang diduga melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik dibebaskan sementara dari tugas jabatannya sejak yang bersangkutan diperiksa,” kata Kepala BNN Jabar Brigjen Pol M Arief Ramdhani dalam keterangan yang diterima cakra.or.id, Jumat (14/4/2023).

Arief Menjelaskan, Iwan kini masih menghadapi pemeriksaan internal yang dilakukan BNN Jabar. Iwan juga bakal dimintai keterangan oleh Inspektorat Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus ITTAMA BNN RI, setelah ulahnya meminta THR ke PO Bus Budiman viral di media sosial.

“Saat ini rangkaian proses pemeriksaan masih dilakukan baik oleh penyidik BNNP Jawa Barat, maupun tim Inspektorat Pengawasan dan Pemeriksaan Khusus Ittama BNN,” tuturnya.

“Saya selalu menekankan di setiap kegiatan, harus bekerja sesuai tupoksi, tidak menyalahgunakan wewenang dan memberikan layanan maksimal pada masyarakat. Saya tidak segan-segan menindak tegas personel yang melakukan pelanggaran,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, surat permintaan THR dari BNN Kota Tasikmalaya kepada PO Bus Budiman viral di media sosial. Isi surat menyampaikan permohonan bantuan partisipasi dan apresiasi untuk THR maupun paket lebaran. Ditulis juga jumlah permintaan THR maupun paket Lebaran untuk 28 anggota BNN Kota Tasikmalaya.

Ssbelum nya Kepala BNN Kota Tasikmalaya Iwan Kurniawan Hasyim angkat bicara terkait viralnya surat tersebut. Dia mengakui adanya kesalahan, sehingga surat tersebut sudah dicabut.

“Itu mungkin suatu kesalahan dari kami saya pimpinan, itu tidak boleh terjadi. Saya berpikir sebenarnya hanya untuk anggota, tapi sudah dicabut,” kata Iwan, Selasa (11/4/2023).

Dia menerangkan tujuan awal dikeluarkannya surat tersebut. Dia hanya ingin memberi tambahan bantuan Lebaran untuk anggotanya.

“Tujuannya untuk berikan tambahan buat anggota dalam bentuk barang sembako. Mohon maaf ini salah dan kesalahan saya untuk dimaklumi, saya tidak menyadari jadi seperti ini. Sudah ditarik dan tidak kemana-mana karena Budiman perusahaan besar yang sering bantu masyarakat,” ucap Iwan menegaskan.

Pewarta : Rudi Hartono

Iklan

error: