WONOSOBO — Puluhan warga melakukan aksi penolakan eksekusi paksa yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN)  Wonosobo di Desa Pringapus, Kecamatan Kalikajar Rabu (8/11/2023) pagi.

Mereka meminta eksekusi yang akan dilakukan pada dua bidang lahan milik pengusaha Mekarsari dan Baching Plan Akar Mas itu ditunda.

Rencananya Rabu kemarin PN Wonosobo akan menyita dua lahan milik pengusaha Eva Triana yang berada di jalan Raya Wonosobo-Purworejo, tepatnya di Desa Pringapus, Kalikajar. Namun usaha untuk melakukan penyitaan tersebut gagal setelah warga melakukan pengamanan di sekitar lokasi penyitaan.

Pemilik Ruko Mekarsari dan Baching Plan Akar Mas Eva Triyana merasa keberatan jika ruko dan lahan usaha blaching plan miliknya dieksekusi paksa.

“Kita minta ditunda dulu. Jangan lakukan eksekusi itu hari ini (kemarin Red), karena kita butuh persiapan untuk mengosongkan area,” katanya berdebat dengan salah satu panitera yang akan melakukan eksekusi.

Sementara itu, panitera PN Wonosobo, Susilowati dalam pembacaan dokumen keputusan eksekusi dari PN Wonosobo itu menyampaikan dua lahan yang akan dieksekusi tersebut telah selesai dalam lelang. Sehingga ruko tersebut telah dimiliki orang lain. Namun sejauh ini pemilik lama, yakni Eva Triana belum mengosongkan tempat tersebut.

“Maka sesuai permohonan pemohon, pada pokoknya meminta dilaksanakan pengosongan lahan dan penyerahan tanah obyek lelang, dilakukan oleh pengadilan atau dengan secara paksa,” terangnya dalam pembacaan putusan perkara untuk eksekusi.

Setelah melakukan komunikasi bersama, akhirnya ditemui jalan tengah, PN Wonosobo menyetujui proses penundaan eksekusi hingga dua minggu ke depan. (git)

Iklan

error: