PALEMBANG — Dengan Panjang 120 Meter, Lebar 2 Meter dan Tebal 8 CM hingga 3 CM, Proyek Jalan di Lorong Sumur RT 12, RW 04 Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang. Tidak ada Plang Nama dan diduga dikerjakan asal asalan.

Menurut keterangan warga setempat sebut saja Da mengatakan. “Cor jalan sepanjang 120 Meter dan Lebar 2 Meter serta ketebalannya tidak merata, tebalnya ada yang 8 CM dan ada juga tebalnya 3 CM. Dan hanya 2 mobil molen ngecor jalan ini”. Kata Da

“Ini saja masih kurang cor betonnya, tadi pengawasnya pergi pak, katanya mau beli semen dan pasir serta batu untuk menutupi kekurangan cor beton”. Ujar Da

Sementara Pemerintah Kota Palembang terus berbenah diri, melakukan perbaikan serta rehabilitasi di sejumlah sarana infrastruktur.

Dengan tujuan agar wajah kota Palembang semakin tertata, khususnya Infrastruktur baik jalan utama Kota Palembang maupun jalan pemukiman hingga lorong lorong.

Sayangnya, tidak semua proyek rehab tersebut berjalan mulus, ada beberapa proyek infrastruktur yang terkesan dikerja asal asalan.

Beberapa kejanggalan yang ditemukan tim awak media serta lembaga tersebut diantaranya, pada saat di kerjakan tidak adanya plang informasi, hingga proses pengecoran jalan dengan Volume 2 Meter x 120 meter, ditemukan ketebalan jalan bervariasi dari 8 cm hingga 3 cm serta diduga asal jadi, sehingga kualitas cor yang akan di pergunakan masyarakat jauh dari harapan, padahal jalan belum digunakan sama sekali baik oleh roda dua maupun roda empat.” Ujar Ketua Tim investigasi DPD LAI Sum-sel, David Kaunang. Jumat (29/12/2023)

Kejanggalan lainpun muncul seperti volume pembangunan cor beton yang patut diduga tidak sesuai dengan kerangka acuan kerja (KAK) Terkait volume ketinggian atau ketebalan dan lebar cor beton diduga tidak sesuai dengan standar KAK yang mengacu pada ketentuan tentang volume pembangunan fisik jalan lingkungan yang seharusnya.” ucapnya

Lanjutnya, Dalam Peraturan Presiden ( Perpres) Nomor 54 Tahun 2010 dan Nomor 70 tahun 2012 disebutkan pula bahwa yang mengatur setiap pekerjaan bangunan fisik yang di biayai Negara wajib memasang papan nama proyek dan memuat jenis kegiatan, besarnya anggaran, asal usul anggaran (APBD/APBN), lokasi proyek dan nomor kontrak, waktu pelaksanan proyek, kontraktor pelaksana serta nilai kontrak dan jangka waktu pengerjaannya.

Serta dimaksudkan untuk mempermudah pengawasan masyarakat, agar tidak menabrak aturan, bahkan jika sebaliknya sebuah proyek pembangunan tidak disertai papan informasi, maka patut diduga proyek tersebut tidak dilaksanakan sesuai prosedur sejak awal.” terangnya

Polemik pembangunan cor beton di Lorong Sumur RT 12, RW 04 Kelurahan Sukarami, Kecamatan Sukarami Palembang, berdasarkan hasil temuan Tim investigasi DPD LAI Sum-sel. Diduga didalamnya telah terjadi “conflict of interest” dan patut diduga telah terjadi KKN, akibat tidak adanya transparansi anggaran terhadap publik seperti yang telah disebutkan diatas, maka pihak Inspektorat Kota Palembang diharapkan turun ke bawah guna memeriksa dan memberikan sanksi yang tegas pada pihak-pihak terkait yang terlibat, dan diduga dengan sengaja melalaikan aturan yang telah ditetapkan.” tutupnya. (Tim)

Iklan

error: