Digugat di PN Purwokerto, PT. Kawitan Putra Sejahtera Tak Hadiri Sidang

Kuasa hukum penggugat, Prastowo Aji Nugroho, S.H (tengah), tunjukkan BPKB Isuzu Elf yang ditarik Debt Collector PT. Kawitan Putra Sejahtera Ajibarang (tris/cakra.or.id)

PURWOKERTO – PT. Kawitan Putra Sejahtera, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa penarikan unit kendaraan, tidak menghadiri sidang gugatan Perbuatan Melawan Hukum (PMH) yang digelar di Pengadilan Negeri (PN), Senin (25/9/2023).

Perusahaan yang mempekerjakan para Debt Collector (DC) itu digugat Perbuatan Melawan Hukum di PN Purwokerto dengan Nomor Perkara : 64/Pdt.G/2023/PN Pwt.

Kuasa Hukum dari penggugat, Prastowo Aji Nugroho, S. H didampingi kliennya Bowo Kuncoro usai persidangan di PN Purwokerto mengatakan bahwa gugatan PMH terhadap PT. Kawitan Putra Sejahtera selaku Tergugat 1 dan KSP Anugerah Sejahtera Jakarta Timur selaku Tergugat 2.

“Pada hari ini kami sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 14.00 WIB berada di PN Purwokerto guna menghadiri sidang gugatan perbuatan melawan hukum. Namun pihak tergugat tidak datang, ” jelasnya.

Adapun gugatan PMH tersebut dilakukan terhadap PT. Kawitan Putra Sejahtera yang menarik kendaraan milik Bowo Kuncoro, warga Brunorejo, Kabupaten Purworejo pada 24 April 2022 lalu, saat mobil Isuzu Elf tahun 2008 Nopol B-7834-IE yang kala itu dipakai almarhum ayah pemilik kendaraan sedang parkir di wilayah Wangon, Kabupaten Banyumas.

Isuzu Elf milik Kuncoro Wibowo yang dibeli kontan dilengkapi surat-surat kendaraan yang sah, saat ditarik DC PT Kawitan Putra Sejahtera

“Ayah klien saya didatangi DC PT. Kawitan Putra Sejahtera, lalu diminta ke kantor di Ajjbarang dan diberikan selembar foto kopian surat tunggakan pinjaman hutang KSP Anugerah Sejahtera atas nama debitur yang tidak dikenal. Lalu mobil ditahan oleh DC, dan mereka (DC) mengatakan kendaraan bisa dibawa pulang asalkan ditebus Rp. 200 juta, ” terangnya.

Padahal, lanjut Prastowo Aji, saat itu BPKB asli kendaraan tersebut sedang diagunkan di Bank Mandiri Kutoarjo sebesar Rp50.000.000,-

Ditambahkannya, kendaraan itu dibeli oleh Kuncoro Wibowo tanggal 5 Juni 2020 dari penjual bernama Eri Eka di Jakarta seharga Rp. 54.000.000,- (Lima Puluh Empat Juta Rupiah) dilengkapi bukti kepemilikan kendaraan yang dikeluarkan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, tersebut adalah Satu Buah Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) Nomor Q-01159990 dengan Nomor Rangka MHCNH55EY8J024893, Nomor Mesin M024893, jenis mobil penumpang (minibus).

Kemudian mobil tersebut digunakan untuk usaha travel Purworejo-Jakarta , setelah direparasi/perbaikan dengan biaya Rp. 25.000.000,- (Dua puluh lima juta rupiah).

Dan untuk menambah modal usahanya, pada tanggal 26 Maret 2021, Kuncoro Wibowo mengajukan kredit ke Bank Mandiri Mitra Usaha Unit Kutoarjo sebesar Rp. 50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah).

Cabut Adukan Polresta Banyumas

Setelah kendaraannya miliknya yang dibeli secara lunas ditarik DC,
selanjutnya pada tanggal 1 Juli 2022 Kuncoro Wibowo melaporkan dugaan perampasan kendaraan tersebut ke Unit II Polresta Banyumas.

“Hingga saat ini aduan klien kami sudah berjalan 14 bulan di Polresta Banyumas, namun skeptis dan tidak ada hasil yang diharapkan,dan hari ini juga kami berencana akan mencabut berkas aduan di Polresta Banyumas dan melaporkan ke Polda Jawa Tengah” jelas Prastowo Aji

Untuk menguatkan keabsahan BPKB kendaraan dimaksud, kliennya juga
sudah mengantongi Surat Pengesahan BPKB ke Dirlantas Polda Metro Jaya; dan diberikan surat keterangan keabsahan BPKB yang ditanda-tangani oleh Dirlantas Polda Metro Jaya melalui Surat Nomor : B/8533/VI/YAN.1.3./2023/Ditlantas tertanggal 20 Juni 2023 menyatakan dalam poin 3, BPKB dengan nomor registrasi Q01159990 terdaftar di Seksi BPKB Subditregident Ditlantas Polda Metro Jaya

Prastowo Aji Nugroho menambahkan,bahwa akibat kejadian tersebut, kliennya mengalami kerugian baik secara materiil maupun immateriil, dikarenakan kendaraan tersebut digunakan untuk usaha travel, namun saat ini menganggur/tidak bekerja.

“Disamping klien kami mengalami kerugian secara materiil, juga mengalami kerugian immateriil dimana Ayah dari klien kami yang sewaktu kejadian tersebut membawa mobil milik klien kami dan kemudian diambil oleh DC, sehingga mengalami beban pikiran, Ayah klien juga mendapatkan beban moril dan rasa malu yang sangat dikarenakan dianggap membeli mobil bodong/curian oleh lingkungan sekitar, karena beban tersebutlah Ayah dari klien kami menderita secara psikis sampai tidak mau untuk makan yang mengakibatkan sakit asam lambung akut, serta menimbulkan komplikasi sakit jantung karena perasaan bersalah kepada anaknya dan beban dengan Masyarakat sekitar, yang pada akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada tanggal 2 Januari 2023 akibat sakit tersebut,” ungkapnya. (trs)

Iklan

error: