PURWOKERTO – Dalam kurun bulan Mei, Sat Resnarkoba Polresta Banyumas berhasil mengungkap 11 kasus tindak pidana narkoba di wilayah Kabupaten Banyumas. 
Sebelas kasus tersebut terdiri dari 5 kasus narkotika, 3 kasus psikotropika, dan 3 kasus obat berbahaya, dengan 12 orang ditetapkan sebagai tersangka. 

Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu saat konferensi pers pengungkapan kasus mengatakan, dari para tersangka, satu diantaranya perempuan. 

“Dari 12 tersangka ini terdapat 1 tersangka perempuan, yaitu inisial N, ” ungkapnya di Pendopo Mapolresta Banyumas, Rabu (14/6/2023) . 

Disebutkan, 12 tersangka tersebut yakni AP barang bukti (BB) 67,52 gram sabu. EHS, BB 58,57 gram sabu. AS dan N, BB 15,28 gram sabu. AF BB 110,22 gram tembakau sintesis.

Kemudian RW dan ABH, BB 9,11 gram tembakau sintesis dan 8 butir psikotropika. AIO, BB 45 butir psikotropika. S, BB 40 butir psikotropika. DN, BB 640 butir obat-obatan berbahaya. DI, BB 307 butir obat-obatan berbahaya. Serta JS, BB 200 butir obat berbahaya. 

Menurutnya, dari 11 kasus yang diungkap, para tersangka tidak saling berkaitan.
Sementara untuk pasal yang dikenakan yaitu Pasal 114 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 62 UU RI Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. Serta Pasal 196 Jo Pasal 98 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

“Kepada masyarakat tentu kami tidak pandang dalam menegakkan hukum terhadap pelaku tindak pidana narkoba. Namun, ini harus kita lakukan untuk menyelamatkan generasi bangsa. Jadi mari bersama-sama melaksanakan aksi nasional Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), untuk mewujudkan Indonesia yang bersih dan bebas dari narkoba. Khususnya di wilayah Kabupaten Banyumas,” pungkas Kapolresta. (Satria)

Iklan

error: