BMT Marhamah Cabang Kaliwiro Kembalikan Sertifikat Tanah Milik Warga Leksono

Darmadi didampingi salah seorang anaknya saat mengambil sertifikat tanah miliknya yang dipinjam orang untuk hutang uang di BMT Marhamah Cabang Kaliwiro, Rabu (26/4/2023) siang. (tris/cakra.or.id)

WONOSOBO – Sertifikat tanah bernomor 01972 milik Darmadi (70), warga Kepatihan RT 05 RW 05, Kelurahan/Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, akhirnya kembali kepada dirinya selaku pemilik sah.

Pengembalian sertifikat tersebut ia ambil langsung di kantor Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) atau BMT Marhamah Cabang Kaliwiro, Rabu (26/4/2023) siang.

Adapun penyerahan sertifikat tanah diserahkan oleh Agus Setiyono selaku Manajer Cabang KSPPS Marhamah Kaliwiro mewakili Rudiyas Idiyanto, warga Jatiwera RT 02 RW 06 Kelurahan/Kecamatan Kaliwiro, Wonosobo yang diduga malu lantaran meminjam sertifikat tanah milik orang lain untuk pinjam uang di KSPPS Marhamah dengan modus janji-janji manis namun terindikasi menipu.

Proses penyerahan sertifikat hak milik Darmadi sendiri berjalan singkat. Usai menyerahkan dokumen yang digunakan Rudiyas Idiyanto untuk keperluan hutangnya itu, baik Manajer Marhamah Cabang Kaliwiro Agus Setiyono maupun Darmadi tidak saling bersalaman.

Darmadi menunjukkan sertifikat tanah miliknya usai kembali ke tangannya (tris/cakra.or.id)

“Meski didzolimi dan ditipu, namun saya bersyukur alhamdulillah sertifikat tanah milik saya sudah kembali ke tangan,” ungkap Darmadi kepada awak media usai mengambil dokumen miliknya tersebut.

Sambil berlinang airmata, lansia yang baru saja ditinggalkan Painah, istri tercintanya pada pertengahan April 2023 kemarin meyakini bahwa, kebenaran akan menang melawan kejahatan. “Saya memang buta huruf dan bisa ditipu orang, tetapi selama saya benar, Insya Alloh Gusti Alloh mboten sare,” ujarnya.

Di akhir kata, Darmadi mengucapkan terima kasih tak terhingga terutama kepada media yang mengawal persoalan ini. “Terimakasih untuk portal indonesia,.cakra.or.id serta beritalima.com, semoga tetap menjadi kontrol sosial dan membela masyarakat yang terdzolimi,” tutupnya. (trs)

Iklan

error: