YOGYAKARTA – Baznas Kota Yogyakarta Baru Penuhi 30 Persen dari Potensi Zakat di Kota Yogyakarta. Selain Banyak lembaga serupa juga lemahnya payung hukum untuk mewajibkan para ASN membayar zakat melalui Baznas Kota Yogyakarta.

Hal tersebut, sesuai dengan Peraturan Walikota Yogyakarta Nomor 47 Tahun 2022 Tentang Pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya. Berdasar Perwali tersebut, maka tidak ada paksaan bagi ASN dalam membayar zakat melalui Baznas Kota Yogyakarta.

Berdasar data Baznas Kota Yogyakarta per 18 April 2023 atau 27 Ramadan 1444 H, zakat yang terkumpul sebesar 1,1 miliar atau lengkapnya Rp. 1.139.442.773, dari tiga miliar yang ditarget Baznas Kota Yogyakarta dalam setahun.

Dana 1,1 miliar tersebut, dengan rincian sebagai berikut. Zakat Mal Perorangan Rp.920.650.295, Zakat Mal Badan/Institusi Rp.12.741.374 dan infak tidak terikat Rp. 85.432.004. Adapun infak terikat Rp.64.634.600.

Sementara itu, dana fidyah Rp.15.230.500, zakat fitrah (uang) Rp.40.474.000, dan zakat fitrah berupa besar terkumpul sebesar 238,5 kg.

Ketua Pengumpul dana zakat Baznas Kota Yogyakarta, Muhaimin menyampaikan bahwa mitra lembaganya selain Dinas dan Badan di lingkungan Pemkot Yogyakarta juga SD dan SMP Negeri.

“Untuk Unit Pengumpul Zakat (UPZ) yang bermitra dengan Baznas Kota Yogyakarta 100 persen kembali ke UPZ. Di level kedua, 30 banding 70 persen bagi yang dikerjasamakan dengan Baznas Kota khususnya dalam pendistribusia ke penerima zakat”, terangnya. (MM)

Iklan

error: