NGANJUK, – Gerakan perubahan yang dilakukan Caleg DPR RI Dapil 8 dari Partai Nasdem, Dra. Ita Triwibawati Ak., M.Si., adalah mencarikan solusi nyata bagi petani bawang merah di Kabupaten Nganjuk.

Bunda Ita, sapaan akrabnya, dengan cepat bisa mewujudkan permintaan para petani yang sebelumnya disampaikan melalui proposal, hanya dalam waktu 2 minggu.

Pada Rabu (20/9/2023), Bunda Ita didampingi Haris Wicaksono Wibowo, Caleg DPRD Jatim Dapil XI dari partai yang sama, berhasil membawa bantuan bibit bawang merah sebanyak 100.000 kilogram, atau 100 ton, yang dibagikan kepada 10 kelompok tani (poktan).

Paket bantuan yang berasal dari program diskresi Kementan RI tersebut juga dilengkapi dengan Pupuk Organik Cair (POC) sebanyak 800 liter, Pupuk Hayati Cair (PHC) 800 liter, pupuk padat NPK non-subsidi sebanyak 15.000 kilogram, hingga mulsa (plastik) 500 rol.

Penyerahan bantuan untuk poktan-poktan tersebut dilakukan di 3 titik lokasi berbeda, antara lain di Poktan Tut Wuri Desa Ngadiboyo, Kecamatan Rejoso, Poktan Tani Makmur di Desa Ngumpul Kecamatan Bagor, serta di Poktan Putra Maju Dusun Ngrandu, Desa Putren, Kecamatan Sukomoro.

“Ini adalah program khusus, program diskresi dari Kementan RI. Ikhtiar saya karena kebetulan memiliki jaringan akses langsung ke Kementerian Pertanian. Jadi tidak melalui DPR RI,” terang Bunda Ita, di depan para petani penerima bantuan di Desa Putren, Kecamatan Sukomoro, Rabu (20/9/2023).

Menurut Bunda Ita, tujuannya mendatangkan paket bantuan ini tak lain adalah untuk membantu permasalahan-permasalahan yang kerap dihadapi petani bawang merah di Nganjuk. Mulai dari masalah bibit hingga pupuk.

“Saya juga berharap, melalui bantuan pemerintah ini, petani dapat menciptakan produk-produk sampingan lainnya dari hasil panennya. Sehingga dapat menambah penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” ungkap Bunda Ita.

Selain itu, di hadapan para petani dan poktan, mantan Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk tersebut juga berpesan agar bisa belajar berkreasi mengolah hasil panen bawang merah mereka.

“Saya juga berharap, dengan stimulus bantuan ini bisa ikut memajukan pertanian holtikultura di Kabupaten Nganjuk. Khususnya bawang merah yang memang menjadi ikon unggulan daerah ini. Serta akan semakin banyak petani yang bersemangat menanam bawang merah dan memperluas lahan dan hasilnya,” tukas Caleg Nasdem nomor urut 2 tersebut.

Untuk diketahui, Bunda Ita dan Mas Haris juga berkesempatan menyerahkan langsung bantuan bibit bawang merah kepada beberapa petani, di 3 lokasi tersebut. Mas Haris, Caleg muda yang memiliki perhatian tinggi dengan dunia pertanian,

Sementara itu, Laduni, Ketua Poktan Putra Maju Dusun Ngrandu, Desa Putren, Kecamatan Sukomoro mengatakan, ia dan seluruh petani lainnya sangat berterima kasih atas respons cepat bantuan bibit dan pupuk dari Kementan RI, yang telah dihadirkan oleh Bunda Ita ke Kabupaten Nganjuk.

“Kami ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya untuk Bunda Ita, dan Mas Haris, yang telah mengupayakan bantuan sebanyak ini untuk kami para petani di Desa Putren ini,” ucap Laduni.

Menurut Laduni, program seperti ini baru pertama kali ada dan terjadi di Kabupaten Nganjuk. Di mana, bantuan bukan didatangkan oleh pejabat atau anggota DPR RI di pusat, melainkan oleh Caleg DPR RI.,

Bahkan, proses terpenuhinya program juga sangat cepat. Yakni hanya berjarak 2 minggu dari pengiriman proposal oleh poktan. “Kami baru mengajukan proposal 2 minggu lalu, tahu-tahu ini bibit dan pupuk sudah datang, cepat sekali,” ungkap Laduni.

“Baru caleg (Bunda Ita), sudah bisa membawa bantuan program dari pusat, bayangkan kalau sudah benar-benar jadi DPR-RI, pasti akan lebih banyak bentuk bantuan program dan perhatian kepada kami. Kami siap mendukung dan mendoakan Bunda Ita dan Mas Haris, agar sukses dan menang, jadi Anggota DPR RI dan Anggota DPRD Jatim, aamiinn,”pungkasnya. (Sr)

Iklan

error: