YOGYAKARTA – Perwakilan DPP FKPRN (Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara) diwakili oleh Kris Triwanto (Ketum), Eko Marwanto (Sekjen) dan Gusti Dewa Sanjaya (Ketua 2 Bidang Politik dan Pemerintahan) didampingi dua rekan media menghadiri undangan dari Badan Kesbangpol. Undangan ini respon surat permohonan audiensi dari FKPRN seminggu yang lalu.

Tim DPP FKPRN di terima oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik DIY Bapak Dewa Isnu dan Kepala Bagian Politik Dalam Negeri Bapak Bagas Senoadji. Wajah-wajah ramah dan eksentrik para pejabat Badan Kesbangpol dan Tim DPP FKPRN ini langsung mencipta situasi cair penuh derai tawa mewarnai Ruang Yudhistira.

Yang kemudian diketahui sebagai jawaban wajah-wajah eksentrik tersebut di obrolan ringan akhir audiensi bahwa Kaban Kesbangpol dan Sekjen FKPRN sama-sama memiliki hobi sebagai tukang cet kanvas, sedang Kabag Poldagri ternyata piawai memainkan keyboard dan Ketua 2 Bidang Politik dan Pemerintahan FKPRN pernah mendalami ilmu qori. Sedangkan Ketum FKPRN adalah selain aktivis berjiwa nasionalis di beberapa lembaga juga penggiat tradisi kearifan lokal.

Ketum FKPRN mengawali audiensi memperkenalkan visi-misi dan Trigatra Prana (tiga haluan besar) FKPRN.
Visi FKPRN “TEGAKKAN PANCASILA UNTUK KESEJAHTERAAN RAKYAT”
Misi FKPRN
1. Menjaga & merealisasikan nilai-nilai Pancasila guna terwujud kemakmuran Rakyat
2. Menjaga, mewujudkan persatuan & kesatuan warga Negara Indonesia diatas segalanya dalam Kebhinekaan.
3. Mencerdaskan Warga Negara dengan berlandaskan Budaya wawasan Nusantara & Kebangsaan menjadi hak mutlak warga tanpa syarat.
4. Kehidupan yang layak & pekerjaan wajib bagi warga negara menjadi tanggung jawab,amanah pemerintah sebagai pelaksana Negara
5. Menjaga dan melestarikan kearifan lokal sebagai identitas bangsa yang tidak ternilai dan tidak tergantikan (asset intangible)

Trigatra Prana :
1. Kedaulatan nasional
2. Kedaulatan budaya
3. Kedaulatan hidup

Ketum juga mengkomunikasikan bahwa FKPRN ibarat seorang anak tentunya butuh dukungan dan arahan program yang potensial, efektif dan strategis untuk disajikan ke masyarakat Indonesia. Harapan FKPRN kedepan bisa bersinergi dan menjadi mitra pemerintah dalam hal ini diawali bermitra dengan Kesbangpol DIY.


Sekjen FKPRN menambahkan pentingnya membumi degan kearifan lokal setempat didalam keberagaman, “Menyatu dengan adat, istiadat dan tradisi suatu kaum adalah bentuk penghargaan tertinggi terhadap kaum tersebut.” Sekjen Eko menyampaikan dengan tegas dan bersemangat. Segala sesuatu, apalagi itu suatu niat baik pasti diawali dengan DOA. Berdasarkan ini, FKPRN akan mengawali kiprah sumbangsih kepada negara dengan Doa Kebangsaan, doa lintas religiusitas, lintas tradisi dan lintas suku bangsa. Karena ini di awali dari Yogyakarta, Maka FKPRN mengambil momentum tradisi larung sejaji di bulan suro, yang merupakan tradisi sakral bagi masyarakat Yogyakarta.

Dilanjutkan oleh Ketua Bidang Politik dan Pemerintahan, Gusti Dewa Sanjaya menyampaikan, “Saat ini bagi banyak kelompok menjadi suatu yang naif bahkan alergi mendengar kata politik. Ini bukan suatu kesalahan tapi menjadi celah untuk masuknya kebodohan, kebodohan yang di maksud adalah kebodohan berpolitik. Pencerdasan politik pada masyarakat tapi bukan politik praktis, konsep pemahaman bahwa politik adalah sebuah sebuah konsep seni, sebuah seni meraih tujuan. Hal ini akan menjadi penting untuk dipahami agar dikemudian hari, pemahaman tersebut akan mengejowantah menjadi perisai yang kuat dan tangguh untuk menghadapi politik identitas, radikalisme dan perilaku menyimpang lainnya.”

Tim DPP FKPRN direspon baik oleh Pak Dewa Isnu, beliau menyampaikan “Saya sangat senang dan menyambut baik FKPRN, saya mendukung, badan Kesatuang Bangsa dan Politik mendukung segala upaya keterlibatan masyarakat dalam mendukung pemerintah. Baik secara pribadi/kelompok/ormas/relawan. Badan Kesbangpol juga siap untuk bermitra dengan FKPRN untuk melaksanakan program-program Badan Kesbangpol dan atau sebaliknya, untuk program-program FKPRN yang relevan, akan mendukung dalam bentuk fasilitas, dukungan rekomendasi dan surat menyurat lainya. “Dan bila memang diperlukan, saya atas nama Badan Kesbangpol akan mengirim surat resmi ke instansi pemerintahan yang dimaksud, guna kepentingan terkait” tegas Kaban Kesbangpol sebagai pernyataan dukungan kepada Forum Komunikasi Perjuangan Rakyat Nusantara.

Salam Jaya Nusantara Raya
Pancasila ku puja
Tuhan yang Maha Esa ku puji
Dirgahayu Indonesiaku
Rahayu Bangsaku

Reporter : Eko Marwanto

Iklan

error: